Aku tersadar
Ketika tiba kaki menginjak rumah
Tak ada lagi baring tubuh di ranjang
Tubuh yang mulai menua
Dengan bias tatap yang mulai reda
Aku tersadar
Tak ada yang lebih menyakitkan
Dari hilangnya raga renta mu
Tak ada yang lebih menyedihkan
Dari hilangnya suara bising di rumah tua
Rindu kembali tersesap
Dari sepi yang mulai meranggas
Membiarkan kenang menjadi bayang
Rindu menjelma
Menjadi perih yang teramat pedih
Rindu menjelma
Menjadi sesal yang semakin sesak
Jika hilang adalah nyata
Lalu ada adalah fana
Maka, kepergian membutuhkan doa
Agar tiada selalu ada
Dan yang tiada tetap ada
Dalam ingatan dan doa
Bapak
Februari 2019, Sepi
san


0 komentar:
Posting Komentar