Di bukanya lembar kertas
Tulisan usang masih terpampang
Kenang demi kenang memutar bayang
"Ini tulisan siapa kak?"
"Tulisan Bapak." jawabnya datar
Di bukanya perlahan
Helai demi helai halaman
Banyak kisah dan cerita
Seorang gadis berusia empat belas
Kembali mengenang, ingatan demi ingatan
Bahwa kini,
Dia hanya memiliki adik
"Ayah dan Ibu sudah menunggu di surga." lanjutnya tergugu
Ini terdengar pilu,
Namun memang begitu adanya
Tidak ada yang lebih menyakitkan dari kehilangan
Raga dan jiwa seorang Ayah dan Ibu
Buliran bening kembali mengalir
Dari bola mata mudanya
Genggamnya semakin mencengkram, erat
Ia hanya harus kuat,
Begitu ia berbisik
Ia hanya harus percaya
Tuhan mempunyai rencana
Hatinya kembali mendekap Tuhan
Dengan sujud dan tangisan
Ia kembali memaksa
Tubuh dan jiwa untuk tak lagi rapuh
Maret 2019
san.


0 komentar:
Posting Komentar