Ajari Aku Melupakanmu
Cover Designer :
Wawan.OR
Layout :
Delfi Pebryan
Editor :
A. Latif
Penerbit :
Zettu
“Dan disaat aku
mencoba kuat utnuk bertahan tidak banyak yang kupinta kepada kamu, dia , mereka
dan dunia. Ajari aku utnuk melupakan semuanta yang telah berlalu”
Novel romance
ini bercerita tentang Bayu seorang anak dari wanita PDPJ~istilah kerennya~ yang
jatuh cinta pada seorang gadis. Bayu,seorang anak yang dibesarkan Arum
sendirian, tak membuat Bayu bisa menghormati atau pun bersikap sopan kepadanya.
Nayla. Gadis
yang membuatnya jatuh cinta. Bayu merasakan benar-benar jatuh cinta dan
berusaha untuk mendapatkannya. Nayla, ia pun merasakan perasaan yang sama
seperti apa yang Bayu rasakan. Sampai pada akhirnya Bayu harus membuka lembar
demi lembar kenyataan pahit dalam hidupnya. Bahwa ia adalah anak seorang PDPJ.
Lahir tanpa seorang Ayah. Dan harus menerima kenyataan bahwa Nayla akan
dijodohkan. Tak selang berapa lama Bayu mendengar kabar meninggal Ibunya. Bayu
merasa berdosa karena Bayu tak pernah bersikap baik pada Ibunya. Hampir
depresi.
“Nay
Aku tak bisa menyalahkan masa lalu.
Sehingga kita terperangkap di dalamnya. Aku tak bisa menyalahkan cinta, yang
hadir pada hati yang tak tepat. Kuanggap ini semua adalah bentuk petunjuk
Tuhan,karena dengan ini Ia membertitahu kita tentang sejarah sebenarnya,
bagaimana kita tercipta.
Kita tak bisa menyalahkan masa
lalu,apalagi mengubahnya. Biarkan itu menjadi suatu sejarah kita, yang
menjadikan kita tegar untuk menjalani hidup selanjutnya.
Salam sayang
Bayu “
Lalu apakah
Bayu mampu menjalani hidupnya, setelah perasaan berdosa menghinggapinya? Apakah
Bayu mampu menemukan kembali Ayahnya? Dan bagaimana hubungan Bayu dengan Nayla?
Novel romance
yang mengajari kita arti dari sebuah ‘penerimaan’ ini sangat menarik.
Penerimaan dari setiap manusia memang berbeda-beda. Ada yang membutuhkan waktu
lama , ada juga yang membutuhkan waktu singkat untuk menerima sebuah keadaan
yang menyakitkan Dan novel ini menyajikan dengan apik.
Tapi yang
membuat awal saya menunda membaca novel ini yaitu karena kalimatnya terlalu
formal~menurut saya ya~. Bahasanya kurang ringan dan santai. Selebihnya OK. J
Saya membeli
novel ini sebenernya udah dari tahun 2014. Selesai baca awal 2015. Dan ini
novel pertama yang saya review. Tahun 2016 ini sebenernya saya pengen banget
menekuni tentang dunia blogger terutama buat review novel-novel yang saya
sukai.
Jadi, harap
maklum ya jika tulisan saya masih banyak salah sana sini. Ternyata ngebuat
review itu ga gampang. Jadi, salut buat para blogger yang sudah mennghasilkan
ratusan review dalam waktu setahun.
Big Hug
Wijayanti
