Pukul dua lewat lima pagi
Gemericik tetes air makin terasa
Terbangun kala itu
Entah kenapa
Entah mengapa
Namun,
Yang selalu teringat kala aku terjaga
Adalah kamu
Suara hujan makin terdengar, jelas
Seperti kenang yang membekas
Ingatan itu masih ada
Hingga kini
Sampai nanti
Aku tak tahu lagi harus seperti apa
Jalan ini semakin saja buntu
Sepertinya
Meski aku meyakini, bahwa Tuhan akan membukakan nantinya
Entah kapan
Pukul dua lewat lima pagi
Kembali aku mendekat
Pada Dia yang Mencipta
Pada Dia yang Memberi
Kembali aku mengadu
Setelah pelarian panjang
Pukul dua lewat lima pagi
Kembali menjadi waktu sakral
Tempat ku kembali
Tempat ku berpulang
Pada pemilik hidup
Dan kematian
Pukul dua lewat lima pagi
Ingatan pertama ku tentang bapak
Kemudian kamu
Kemudian Tuhan
Pukul dua lewat lima pagi
Aku kembali terjaga, dari mimpi-mimpi panjang
Pukul dua lewat lima pagi
Aku kembali
06 Maret 2019
san.